Ambulancebekasi.xyz - Olahraga ialah sesuatu kewajiban yang butuh kita jalani buat mempraktikkan style hidup sehat sebab dengan olahraga kita dapat memperoleh sejuta khasiat yang baik untuk badan.

Bersamaan berjalan nya waktu dengan banyak aktivitas serta menikmati style hidup tidak sehat, banyak yang mengeluhkan berolahraga sebab terdengar meletihkan. Kebalikannya, kalian hendak bisa kejutan yang dapat kalian peroleh dengan olahraga teratur.

Diawali dari yang sangat gampang dengan berjogging ataupun hanya peregangan tubuh semacam sit up serta back up. Mulai lah secara lama-lama supaya tidak sangat berat melaksanakan berolahraga.

Kenapa Kita Butuh Olahraga?

Dengan olahraga, badan kita hendak merasa jauh lebih baik. Tidak hanya itu, berolahraga ialah opsi terbaik buat menanggulangi bermacam perihal yang membebani benak, kurangi tekanan mental sebab interaksi yang dijalin dengan olahraga hendak menolong buat kurangi nya.

Berolahraga pula sanggup tingkatkan pertumbuhan badan untuk kanak-kanak jadi lebih besar. Mengapa? Berolahraga hendak menolong pertumbuhan otot lebih kokoh sebab hormon pertumbuhan badan bekerja dengan optimal.

Tetapi bersamaan berjalannya waktu, banyak sekali orang-orang yang tidak melaksanakan berolahraga. Pemicu nya merupakan style hidup yang tidak sehat, menikmati kehidupan yang memanglah tidak disadari dengan berartinya hidup balance, ataupun merasa susah melaksanakan berolahraga, ataupun bermacam alibi sepele yang dasarnya malas dengan berolahraga. Perihal itu hendak menimbulkan akibat yang besar walaupun secara tidak langsung, ialah style hidup tidak sehat.

Style hidup tidak sehat hendak pengaruhi kesehatan badan serta hendak berakibat besar untuk kelangsungan hidup. Berikut ialah akibat yang terjalin apabila badan kita tidak olahraga dengan teratur dan khasiat yang diperoleh bila olahraga dengan teratur.

Berikut Alibi Kita Butuh Olahraga

1. Badan gampang merasa lelah

Banyak yang merasa kalau berolahraga itu meletihkan. Tetapi dampak yang kalian miliki bila tidak olahraga juga pula sama. Bila olahraga badan hendak memproduksi hormon endorfin sehingga kalian hendak senang melaksanakannya serta badan juga langsung terasa fresh.

2. Susah tidur

Susah tidur terjalin kala benak kita lagi terjebak dengan bermacam permasalahan serta beban yang susah buat dituntaskan dengan kilat. Penyakit susah tidur ataupun yang akrab dibilang tidak bisa tidur ini sangat susah buat dihilangkan sebab secara garis besar melanda psikologis korban yang lagi hadapi permasalahan berat.

Bila hadapi tidak bisa tidur, hingga hendak berakibat besar terhadap mood serta pula mental seorang. Keadaan ini sangat universal serta wajib lekas diperbaiki.

Buat yang lagi merasa susah tidur, berolahraga ialah alternatif positif untuk yang susah tidur. Dengan olahraga hingga badan hendak merespon positif dengan gerak, kalian dapat menggunakan jalur santai di pagi hari, ataupun di sore hari.

Dengan badan yang terasa fit, hingga benak juga hendak otomatis jadi lebih tenang. Dengan begitu hendak lebih mempermudah kita buat tidur. Jadi anda jauh lebih fit bila harus Daftar Judi Bola Terpercaya sekalipun.

3. Pencernaan tidak lancar

Hayo siapa yang pencernaanya tidak mudah? Pencernaan yang tidak mudah terjalin bila kita kurang konsumsi santapan yang kaya serat sehingga organ pencernaan hendak kesusahan buat menghancurkan sisa sisa santapan didalam badan kita. Yang hendak terjalin merupakan feses hendak jadi lebih keras serta susah dikeluarkan, jam buat buang air juga jadi tidak teratur.

Diselingi dengan makan santapan kaya hendak serat semacam buah, sayur, serta kacang-kacangan, berolahraga hendak menolong pencernaan lebih mudah sebab dengan pergerakan di dalam badan bisa mendesak pergerakan santapan didalam usus besar. Kalian dapat jalani berolahraga kardio semacam senam, zumba, jogging, ataupun berenang.

4. Kurang fokus

Kalian hendak merasa kurang fokus bila tidak giat olahraga. Dengan kurang fokusnya kalian yang diakibatkan tidak olahraga, hendak membuat ingatan jadi kurang baik. Orang yang tidak olahraga terjalin penyusutan aliran darah ke otak bagian ingatan kognitif.

Dengan olahraga, aliran darah ke otak hendak bertambah. Cobalah dengan melaksanakan berolahraga sepanjang 10-40 menit tiap hari, kalian hendak gampang dalam berkonsentrasi serta kalian tidak hendak jadi pikun.

5. Gampang sakit

Disebabkan badan manusia didesain buat senantiasa bergerak serta bila kurang aktif menggerakan tubuh hendak rentan terserang penyakit, salah satunya merupakan flu. Energi badan hendak turun serta rentan sakit. Dengan olahraga 150 menit dalam 1 minggu bisa melatih otot pernafasan atas serta imunitas badan.

Kala otot serta rangka badan bergerak, denyut jantung hendak bertambah sehingga darah beserta oksigen serta nutrisi yang dibawanya hendak terdistribusi dengan baik. Mekanisme ini tidak terjalin bila badan tidak berolahraga.

6. Benak jadi tidak positif

Berolahraga sanggup merubah sudut pandang jadi lebih positif terhadap banyak perihal sehingga membuat mereka merasa lebih kokoh. Secara universal, kecenderungan benak negatif berasal dari perasaan kokoh yang merasa tidak yakin diri. Riset sudah menampilkan kalau perempuan yang olahraga sepanjang separuh jam mempunyai kenaikan yang signifikan terhadap sudut pandang para perempuan pada pencitraan badan dibanding dengan mereka yang tidak olahraga.

7. Berat tubuh jadi tidak terkontrol

Berat tubuh tidak terkendali bisa terjalin bila kita tidak mencermati nutrisi serta pola hidup kita yang jauh dari kata sehat. Pemicu nya merupakan kerutinan kurang baik makan santapan Junk food, merokok, serta minum minuman beralkohol.

Bila tidak diseimbangi dengan berolahraga, berat tubuh juga otomatis hendak melonjak. Aktif bergerak hendak menolong kita melindungi kesehatan badan kita, merendahkan kolesterol serta melindungi kesehatan jantung. Kenali pergantian berat tubuh yang sangat signifikan serta mulai kontrol pola hidup dengan olahraga.

Tidak gampang untuk seorang buat melaksanakan berolahraga secara teratur, apalagi terdapat yang melaksanakan berolahraga cuma sekali dalam sebulan apalagi setahun. Jangan menyerah buat berupaya sebab hasil yang dapat kalian miliki hendak sangat berguna buat kehidupan kedepannya.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 10 Manfaat Baking Soda (Soda Kue) untuk Kesehatan dan Kecantikan oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Ada berbagai manfaat baking soda yang mungkin sudah diketahui sebagian besar orang. Baking soda tidak hanya digunakan untuk mengembang kue, namun juga bermanfaat untuk tujuan kesehatan, kecantikan, hingga pembersih berbagai alat rumah tangga. Ketahui apa saja manfaat soda kue di sini.

manfaat-baking-soda-doktersehat

Apa Itu Baking Soda?

Baking soda adalah bahan utama untuk mengembangkan kue. Baking soda atau soda kue terbuat dari bahan utama soda bikarbonat (natrium bikarbonat) yang memiliki banyak fungsi.

Baking soda memiliki sifat basa (alkali) yang ketika dicampur dengan asam, maka itu dapat meningkatkan kadar pH. Maka dari itu, baking soda dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari pemeliharaan kesehatan, kecantikan, hingga dimanfaatkan untuk membersihkan berbagai alat.

Manfaat Baking Soda untuk Kesehatan dan Kecantikan

Apabila Anda memiliki baking soda di dapur Anda, silakan mencobanya untuk berbagai kebutuhan, termasuk:

1. Memutihkan Gigi

Soda kue memiliki sifat abrasif ringan yang dapat membantu membersihkan noda atau plak di permukaan gigi. Beberapa penelitian pun menyampaikan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda memiliki efektivitas lebih tinggi untuk memutihkan gigi.

Cara memutihkan gigi dengan baking soda:

  • Larutkan baking soda dengan beberapa tetes air.
  • Campurkan larutan baking soda tersebut dengan pasta gigi.
  • Sikat gigi dengan arah ke atas dan bawah, jangan menggosok bolak-balik ke samping karena bisa menjadi abrasif.
  • Kumur dan bilas gigi seperti biasa.
  • Lakukan dua kali seminggu.

Selain itu, baking soda juga mengandung antibakteri dan antimikroba alami untuk membersihkan sisa makanan yang memicu plak gigi serta membunuh bakteri berbahaya penyebab masalah gigi. Itulah manfaat baking soda untuk gigi yang harus Anda ketahui.

2. Deodoran

Soda kue dapat membantu menyerap keringat di ketiak yang menyebabkan bau. Soda kue yang bersifat basa dapat membuat keringat yang bersifat asam menjadi tidak terlalu asam, sehingga mengurangi bau ketiak.

Cara menggunakan baking soda sebagai deodoran alami:

  • Larutkan baking soda dengan sedikit air.
  • Aplikasikan pada ketiak.
  • Anda mungkin hanya mengaplikannya pada satu ketiak untuk membandingkan perbedaannya.

Selain itu, baking soda juga memiliki sifat antibakteri untuk membantu membunuh bakteri dalam keringat. Ini juga digunakan untuk memproduksi basa dalam tubuh agar Anda tidak berkeringat terlalu banyak.

Baca Juga: 8 Tips Menjaga Bau Badan agar Segar dan Wangi Setiap Saat

3. Mengatasi Kulit Gatal atau Terbakar

Beberapa orang mengklaim manfaat baking soda untuk kulit yang teriritasi, termasuk kulit gatal, terbakar sinar matahari, atau disengat serangga. Bakin soda juga dianggap lebih efektif untuk mengatasi gangguan kulit bila dikombinasikan dengan oatmeal atau tepung jagung.

Cara menggunakan baking soda untuk kulit:

  • Siapkan air hangat untuk mandi.
  • Campurkan dengan 1-2 cangkir baking soda.
  • Rendam tubuh secara menyeluruh atau mandi seperti biasa.

Walaupun demikian, belum ada penelitian medis yang mendukung pernyataan tentang manfaat soda kue ini. Sebaiknya, Anda konsultasi dulu dengan dokter terutama bila mengalami iritasi kulit sangat parah.

4. Obat Kumur

Banyak orang yang menggunakan larutan baking soda sebagai obat kumur alami. Baking soda mengandung efek antibakteri dan antimikroba yang dipercaya dapat membunuh bakteri yang menempel di celah gusi, gigi, dan lidah.

Cara membuat obat kumur dari baking soda:

  • Siapkan satu gelas air hangat.
  • Campurkan setengah sendok teh baking soda.
  • Kumur-kumur selama beberapa detik seperti biasa.

Walaupun demikian, ada sebuah penelitian yang menyampaikan bahwa larutan baking soda tidak menurunkan kadar bakteri di mulut, namun cukup efektif untuk meningkatkan pH saliva (air liur) untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

5. Mengatasi Maag

Maag atau refluks asam adalah kenaikan asam lambung yang menyebabkan sensasi terbakar dan menyakitkan hingga ke tenggorokan. Salah satu cara alami mengatasi maag yang dipercaya sebagian besar orang adalah dengan minum larutan baking soda.

Baking soda diklaim dapat menetralkan asam lambung, berikut ini caranya:

  • Siapkan 1 gelas air dingin.
  • Larutkan 1 sendok teh baking soda.
  • Minum secara perlahan-lahan.

Walaupun demikian, ada banyak perdebatan tentang efek samping baking soda untuk mengatasi maag ini. Sebaiknya hindari menggunakan baking soda bila maag sangat parah. Jangan menggunakan baking soda berkelanjutan karena akan memicu masalah jantung serius.

6. Mengatasi Jerawat

Manfaat baking soda untuk kecantikan adalah untuk mengatasi jerawat dan komedo secara alami. Baking soda diklaim dapat membersihkan pori-pori dan menghilangkan kulit mati.

  • Larutkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta halus dan sedikit kental.
  • Aplikasikan pasta baking soda pada kulit berjerawat.
  • Diamkan selama 2-3 menit agar meresap.
  • Bilas dengan air hangat.
  • Bilas lagi wajah Anda kedua kalinya dengan air adem biasa.
  • Gunakan pelembap untuk menutrisi kulit.
  • Lakukan 2-3 kali seminggu.

Walaupun demikian, Anda harus hati-hati menggunakannya terutama bila Anda memiliki kulit sensitif. Hindari penggunaan baking soda untuk kondisi jerawat parah dengan pembengkakan atau iritasi kulit serius.

7. Mencerahkan Kulit Gelap

Soda kue memiliki efek pembersih untuk kulit secara efektif. Ini dapat digunakan untuk membantu memudarkan noda hitam atau bekas luka.

Cara mengatasi noda hitam dengan baking soda:

  • Siapkan 1 sendok teh baking soda dan 1 sendok teh ekstrak lemon.
  • Campurkan kedua bahan tersebut.
  • Aplikasikan campuran baking soda dan lemon ke area jerawat, komedo, atau noda hitam.
  • Pijat dengan lembut, lalu biarkan menyerap dalam 1-2 menit.
  • Bilas dengan air dan keringkan kulit.
  • Gunakan pelembap agar kulit tidak kering.
  • Lakukan sebanyak 2-3 kali seminggu

Baking soda memiliki kandungan alami untuk membersihkan kulit mati penyebab noda hitam. Perawatan alami ini dapat membantu Anda menyamakan dan mencerahkan warna kulit.

Soda kue dan jus lemon memiliki sifat pemutihan yang membantu meringankan dan memudarkan bekas luka. Ini juga membantu Anda mencapai warna kulit yang rata dengan menyingkirkan sel-sel kulit mati.

8. Meningkatkan Performa Olahraga

Suplemen natrium bikarbonat (soda kue) digunakan para atlet untuk meningkatkan performa tubuh saat olahraga. Umumnya, mereka menggunakannya selama latihan intensitas tinggi agar tidak cepat lelah.

Berdasarkan International Journal of Sports Nutrition and Exercise Metabolism, dosis suplemen baking soda untuk meningkatkan performa olahraga adalah sekitar 0.3 g/kgBB. Larutkan setiap 300 mg baking soda dengan 1 liter air.

Anda dapat meminumnya 1-2 jam sebelum olahraga. Dosis ini dianggap sebagai jumlah optimal untuk menyeimbangkan pH di darah dan otot.

9. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Soa kue yang bersifat alkali atau basa dapat mengatasi gangguan pencernaan yang disebabkan oleh asam di perut. Caranya adalah dengan minum larutan soda kue, namun ini tidak menyembuhkan semua penyebab gangguan pencernaan. Selain itu, sebaiknya hubungi dokter

10. Mengatasi Sariawan

Berdasarkan beberapa penelitian, larutan baking soda diklaim dapat meredakan sariawan dan menenangkan luka akibat sariawan. Sifat antibakteri pada baking soda dapat membunuh bakteri penyebab sariawan. Caranya adalah dengan kumur-kumur menggunakan larutan baking soda.

Ada berbagai manfaat baking soda untuk wajah dan kesehatan secara umum, namun Anda harus memerhatikan efek samping lain yang mungkin terjadi.

Berikut ini beberapa peringatan sebelum menggunakan baking soda:

  • Jangan menggunakan baking soda bila Anda memiliki kulit sensitif.
  • Jangan menggunakannya untuk rambut bila memiliki jenis rambut dan kulit kepala sensitif.
  • Menggunakannya jangka panjang atau dengan dosis berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang tak terduga.
  • Sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter bila Anda menggunakan baking soda untuk tujuan kesehatan.

Baking soda adalah zat dengan berbagai manfaat, bukan hanya kesehatan dan kecantikan tapi juga biasa digunakan untuk membersihkan peralatan dapur dan lainnya. Itulah manfaat soda kue, semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Rajapet, Meenal. 2019. 20 Beauty Benefits Of Baking Soda you Must Know!. https://www.stylecraze.com/articles/beauty-benefits-of-baking-soda/. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  2. Raman, Ryan MS, RD. 2020. 22 Benefits and Uses for Baking Soda. https://www.healthline.com/nutrition/baking-soda-benefits-uses#2.-Mouthwash. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  3. WebMD. 2020. Baking Soda Dos and Don’ts. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/baking-soda-do-dont#1. (Diakses pada 20 Juli 2020).

Itulah tadi informasi dari daftar poker online mengenai 10 Manfaat Baking Soda (Soda Kue) untuk Kesehatan dan Kecantikan oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 12 Cara Mencegah Penyakit Flu yang Mudah dan Ampuh oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Cara mencegah flu sangat penting untuk diketahui dan dipraktikkan karena penyakit sejuta umat ini rentan terjadi pada siapa pun. Selengkapnya simak langkah-langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari flu di bawah ini!

cara-mencegah-flu-doktersehat

Cara Mencegah Flu

Influenza atau flu adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus ribonucleic acid (RNA) dari famili Orthomyxoviridae (virus influenza).

Gejala flu ditandai dengan menggigil, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala terasa berat, batuk, lelah, dan rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat dicegah dengan perubahan hanya hidup dan langkah pencegahan lainnya.

Berikut ini berbagai cara mencegah penyakit flu:

1. Rajin Cuci Tangan

Sering mencuci tangan dengan sabun dan air dapat menghilangkan kuman yang menempel di tangan. Ketika mencuci tangan, lebih baik menggosokkan kedua tangan bersama-sama dengan seksama selama 20 detik dan menggunakan air yang mengalir atau air keran. Jika tidak tersedia air atau sabun, cara mencegah flu bisa menggunakan hand sanitizer berbahan alkohol.

2. Membersihkan Permukaan Benda dengan Disinfektan

Jika Anda atau salah satu anggota keluarga di rumah terkena flu, bersihkan permukaan benda yang sering digunakan seperti gagang pintu, gagang telepon, pegangan tangga, sakelar lampu, atau permukaan benda lainnya menggunakan disinfektan.

Ketika sedang bekerja, sempatkan untuk selalu membersihkan permukaan benda-benda di sekitar seperti keyboard, mouse komputer, telepon genggam, gagang pintu, dan benda lainnya.

Cara mencegah penyakit flu ini mampu membunuh kuman sehingga mengurangi risiko tertular virus. Sebaiknya gunakan disinfektan pada benda tersebut setiap hari.

3. Hindari Menyentuh Hidung, Mulut, dan Mata

Jika Anda merasa tangan tidak steril dari kuman dan belum sempat mencucinya, maka usahakan tangan untuk tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata. Ini sebagai cara mencegah flu karena virus penyebab flu dan pilek dapat menyebar dari beberapa anggota tubuh tersebut.

4. Tutup Mulut dan Hidung Saat Bersin atau Batuk

Tutupi mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin. Cara mencegah penyakit flu ini dapat mencegah orang-orang di sekitar tertular virus. Flu dan penyakit pernapasan serius lainnya, seperti respiratory syncytial virus (RSV), batuk rejan, dan severe acute respiratory syndrome (SARS), yang ditularkan oleh batuk, bersin, atau tangan yang terkontaminasi menyentuh hidung dan mulut.

5. Tetap di Rumah Saat Sakit

Jika mengalami flu, usahakan jangan pergi bekerja, sekolah, atau aktivitas lainnya yang terdapat orang banyak. Sebaiknya tetap tinggal di rumah sebagai satu cara mencegah flu menular ke orang lain. Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan anggota keluarga di rumah atau pakai masker jika mengharuskan bertemu seseorang.

6. Hindari Kerumunan

Meskipun menghindari kerumunan sering kali sulit, tetapi jika membatasi kontak dengan orang-orang selama musim flu, Anda dapat mengurangi risiko terkena infeksi. Virus flu dapat menyebar dengan cepat di fasilitas umum, termasuk sekolah, tempat kerja, panti jompo, dan tempat lainnya.

Jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, gunakanlah masker setiap kali berada di tempat umum selama musim flu.

Cara mencegah penyakit flu dengan menjauhi penderita flu dapat melindungi diri dari penyebaran virus, serta jaga jarak dari siapa pun yang batuk, bersin, atau memiliki gejala pilek atau virus lainnya.

Baca Juga: Influenza: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dll

7. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh yang kuat membantu tubuh melawan berbagai infeksi. Jika sakit, sistem kekebalan yang kuat akan membantu mengurangi keparahan gejala.

Untuk membangun kekebalan tubuh, tidur yang cukup setidaknya 8 hingga 9 jam setiap malam. Juga pertahankan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin, setidaknya 30 menit sekitar tiga kali dalam seminggu.

Konsumsi pula makanan yang sehat dan kaya nutrisi, serta hindari asupan gula berlebih, makanan cepat saji, dan makanan berlemak. Sebagai gantinya, perbanyak makan buah dan sayuran yang mengandung banyak vitamin dan antioksidan untuk meningkatkan kesehatan.

Jika ingin yang praktis, cara mencegah flu bisa mengonsumsi multivitamin untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter tentang dosis, riwayat kesehatan, dan alergi (gatal, sesak napas, dan pembengkakan).

8. Memperbaiki Usus

Usus adalah pintu gerbang menuju kesehatan karena hampir 80% dari sistem kekebalan tubuh berada di usus. Jadi, pastikan perut dalam kondisi prima dan konsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik berkualitas tinggi.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup seperti bakteri atau jamur yang ada dalam sistem pencernaan manusia. Mikroorganisme ini menjaga tingkat bakteri usus yang baik untuk membantu melawan infeksi. Makanan yang dapat meningkatkan probiotik dalam pencernaan, termasuk yoghurt, tempe, acar, dan kimchi.

9. Vitamin D

Vitamin D adalah nutrisi untuk memperkuat sistem kekebalan yang berarti dapat melawan infeksi dan mengatur kekebalan tubuh. Disarankan mengonsumsi suplemen vitamin D berkualitas tinggi setiap hari. Namun, terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter mendapatkan saran dosis yang tepat.

Selain dalam bentuk suplemen, vitamin D juga bisa didapatkan hanya dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi hari. Cara mencegah flu ini bisa dilakukan selama 10-15 menit setiap pagi.

10. Dapatkan Vaksin Flu Tahunan

Virus flu yang menyebar dominan berubah dari tahun ke tahun, untuk itu pastikan memperbarui vaksin setiap tahun. Mendapatkan vaksin mampu mengurangi risiko penyakit rata-rata 40 sampai 60 persen. Jika terserang flu setelah vaksin, suntikan dapat mengurangi keparahan dan durasi penyakit.

Vaksin dosis tinggi memiliki sekitar empat kali jumlah antigen daripada vaksin flu biasa. Vaksin adjuvant memiliki bahan kimia yang mampu merangsang sistem kekebalan tubuh. Suntikan ini mampu membangun respons imun yang lebih kuat terhadap vaksin.

Baca Juga: 9 Obat Flu Alami yang Paling Manjur untuk Anak dan Dewasa

11. Berhenti Merokok

Jika perokok, segera berhenti karena bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit flu. Tidak hanya untuk diri sendiri, juga untuk anak-anak, keluarga, atau siapa pun yang dekat dengan Anda.

Perokok memiliki respons yang lebih besar terhadap virus, termasuk flu. Gejala virus flu pada seorang perokok dapat memiliki efek yang parah. Misalnya, perokok mungkin berisiko lebih tinggi mengancam nyawa daripada bukan perokok selama musim flu.

12. Periksa ke Dokter Jika Memiliki Gejala Flu

Flu bisa berbahaya pada orang berusia di atas 65 tahun, untuk itu periksakan ke dokter jika memiliki gejala flu. Gejala flu yang harus diperhatikan, termasuk demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri, sakit kepala, kelelahan, dan pilek.

Penyakit flu tidak ada obatnya, tetapi jika terpapar virus dan segera ke dokter lebih awal, Anda mungkin akan mendapat resep obat antivirus seperti Tamiflu.

Jika diminum dalam waktu 48 jam pertama gejala muncul, antivirus dapat mempersingkat waktu flu dan mengurangi keparahan gejala. Manfaat cara mencegah flu ini dapat mengurangi risiko komplikasi seperti pneumonia, rawat inap, dan kematian.

 

  1. Anonim. 2020. 10 Tips for Preventing the Cold & Flu Naturally. https://www.amymyersmd.com/article/prevent-cold-flu-naturally/. (Diakses pada 16 Juli 2020)
  2. Anonim. 2020. Healthy Habits to Help Prevent Flu. https://www.cdc.gov/flu/prevent/actions-prevent-flu.htm#:~:text=The%20single%20best%20way%20to,to%20treat%20and%20prevent%20flu. (Diakses pada 16 Juli 2020)
  3. Higuera, Valencia. 2019. How to Prevent the Flu: Natural Ways, After Exposure, and More. https://www.healthline.com/health/flu/how-to-prevent-flu-naturally#vaccinate. (Diakses pada 16 Juli 2020)
  4. Nichols, Hannah. 2020. How to avoid catching the flu. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321005#5.-Quit-smoking. (Diakses pada 16 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai 12 Cara Mencegah Penyakit Flu yang Mudah dan Ampuh oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Imunisasi: Fungsi, Dosis, Jenis, Efek Samping, dll oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imunisasi adalah bentuk pencegahan dan pengendalian terhadap berbagai macam penyakit yang dapat mengancam nyawa, termasuk polio, campak, tetanus, dan penyakit lainnya. Selengkapnya ketahui tentang fungsi vaksin, dosis, jenis vaksin, efek samping, dan lainnya di bawah ini!

imunisasi-doktersehat

Apa Itu Imunisasi?

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk membuat tubuh kebal terhadap penyakit menular. Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.

Supaya terhindar dari berbagai penyakit, seseorang harus memiliki sistem kekebalan tubuh dengan cara membentuk antibodi (zat anti penyakit ) dengan kadar tertentu atau disebut kadar protektif (kadar zat anti penyakit).

Imunisasi atau pemberian vaksin harus sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jadwalnya terdiri dari jadwal imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Pemberian vaksin bisa hanya satu kali, ada yang beberapa kali, atau bahkan pada usia tertentu untuk vaksin lanjutan.

Imunisasi adalah cara yang terbukti mengendalikan dan bahkan menghilangkan penyakit menular yang mengancam jiwa dan diperkirakan mencegah sekitar 2 sampai 3 juta kematian di dunia setiap tahunnya.

Imunisasi Rutin Lengkap

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Alasannya karena imunisasi dasar saja tidak cukup, oleh karenanya diperlukan vaksin lanjutan untuk mempertahankan kekebalan tubuh secara optimal.

Berikut ini jadwal imunisasi berdasarkan usia:

1. Imunisasi Dasar

Pemberian imunisasi dasar dan dosisnya disesuaikan dengan usia bayi:

  • Bayi usia 0 bulan: 1 dosis hepatitis B .
  • Bayi usia 1 bulan: 1 dosis BCG dan polio.
  • Bayi usia 2 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio.
  • Bayi usia 3 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio.
  • Bayi usia 4 bulan: 1 dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan polio.
  • Bayi usia 9 bulan: 1 dosis campak.

2. Imunisasi Lanjutan

Pemberian imunisasi lanjutan disesuaikan dengan usia dan tingkat pendidikan:

  • Anak usia 18 bulan â€" 2 tahun: 1 Dosis DPT, hepatitis B, HiB, dan campak.
  • Anak kelas 1 SD: 1 Dosis DT dan Campak.
  • Anak kelas 2 dan 5 SD: 1 Dosis Td.

Efek Samping Imunisasi

Meski dianggap aman, vaksin juga memiliki efek samping atau juga disebut Kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang bervariasi tergantung jenis vaksin. Dalam kebanyakan kasus, efek samping biasanya ringan dan akan hilang dalam beberapa hari.

Adapun efek samping yang paling umum dari imunisasi adalah:

  • Nyeri, pembengkakan, atau kemerahan di sekitar bekas suntikan.
  • Demam ringan sampai tinggi.
  • Ketidaknyamanan
  • Anak menjadi rewel

Terkadang, vaksin juga menimbulkan efek samping berikut:

  • Kelelahan otot
  • Insomnia
  • Kelelahan
  • Hilang ingatan
  • Kelumpuhan otot pada bagian tubuh tertentu
  • Kehilangan pendengaran atau penglihatan
  • Kejang

Ada beberapa faktor dapat meningkatkan risiko mengalami efek samping dari imunisasi, di antaranya:

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Sedang sakit ketika mendapatkan vaksin.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat pribadi reaksi vaksin.

Vaksin juga dapat menimbulkan reaksi alergi serius pada anak-anak. Alergi biasanya terjadi segera setelah mendapatkan vaksin.

Jika anak mungkin memiliki alergi terhadap komponen apa pun dalam vaksin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang segala kemungkinan gejala alergi dan cara mencegahnya. Meski begitu, manfaat vaksin jauh lebih besar daripada risiko efek samping.

Jenis Imunisasi

Imunisasi adalah pemberian vaksin yang memiliki berbagai jenis tergantung untuk pencegahan jenis penyakit. Menurut saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini sejumlah jenis imunisasi untuk pencegahan berbagai penyakit:

1. Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B biasanya diberikan segera setelah 12 jam bayi lahir, kemudian imunisasi dianjurkan untuk kembali diberikan setelah bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin hepatitis B berfungsi untuk mencegah infeksi serius akibat virus hepatitis B.

Jika anak belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B ketika masih bayi, anak bisa mendapat vaksin kapan saja. Pemberian vaksin ini dapat dilakukan tanpa harus memeriksa kadar anti-hepatitis B.

Imunisasi hepatitis B dapat menimbulkan sejumlah efek samping, termasuk demam, ruam di kulit, gatal-gatal, pembengkakan di area bekas suntikan, dan mual.

2. Campak

Campak adalah penyakit menular akibat infeksi virus yang ditandai dengan ruam kemerahan di seluruh tubuh, demam, nyeri otot, kelelahan, dan tidak nafsu makan.

Imunisasi campak dapat diberikan pada anak usia 9 bulan dan kembali diberikan pada usia 6-59 bulan serta ketika  SD kelas 1-6. Jika terlambat mendapatkan vaksin campak, terutama anak berusia 9-12 bulan, segera berikan.

Efek samping yang ditimbulkan imunisasi campak, termasuk nyeri di area bekas suntikan (biasanya sembuh dalam beberapa hari), demam, dan ruam di kulit (timbul setelah 12 hari imunisasi dan akan sembuh dalam 2 hari).

3. MMR

Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) diberikan pada usia 15 sampai 18 bulan dengan minimal interval 6 bulan antara imunisasi campak dengan MMR. Vaksin MMR dapat diberikan 1 bulan sebelum atau sesudah penyuntikan vaksin lainnya.

Jika anak telah mendapat vaksin MMR di usia 12-18 bulan dan kembali mendapatkannya di usia 6 tahun, vaksin campak (monovalen) tambahan di usia 6 tahun tidak perlu diberikan kembali. Bila vaksin belum diberikan setelah usia 6 tahun, berikan vaksin campak atau MMR kapan pun ketika diperlukan.

Meski jarang, vaksin MMR dapat menimbulkan sejumlah gejala, termasuk sendi nyeri atau kaku, pembengkakan kelenjar, radang otak, pendarahan, dan gondong.

4. Polio

Imunisasi polio diberikan untuk mencegah penyakit polio akibat yang disebabkan kelumpuhan. Imunisasi bayi baru lahir dapat diberikan vaksin polio oral (OPV), yaitu di usia 2, 4, 6, 18 bulan atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah. Sedangkan untuk vaksin polio suntik (IPV) dapat diberikan pada bayi berusia 2, 4, 6-18 bulan dan 6-8 tahun.

Jika terlambat memberikan vaksin polio, jangan mengulang pemberiannya dari awal, sebaiknya lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal imunisasi yang ditentukan.

Vaksin polio menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya demam, reaksi alergi seperti kulit kemerahan, gatal-gatal, sesak napa, kesulitan menelan, dan pembengkakan di wajah.

5. BCG

Imunisasi BCG (Bacille Calmette-Guérin) diberikan untuk mencegah tuberkulosis alias TBC. Gejalanya ditandai dengan demam, batuk terus menerus, batuk berdarah, nyeri dada. berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan.

Mengingat Indonesia menjadi negara ke-3 tertinggi di dunia atas TBC, setelah India dan Tiongkok. Vaksin BCG dapat diberikan pada usia 2 sampai 3 bulan karena imunisasi bayi di usia kurang dari 2 bulan memiliki sistem imun yang belum matang.

Seperti vaksin lainnya, vaksin ini juga menimbulkan efek samping seperti demam ringan, mual, nyeri perut, nyeri otot, dan diare.

6. DPT

Imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) diberikan untuk mencegah tetanus. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali sebagai vaksin dasar, kemudian kembali diberikan 1 kali (interval 1 tahun setelah DPT 3). Ketika menginjak usia 5 tahun, vaksin diberikan lagi sebelum masuk sekolah dan pada usia 12 tahun diberi vaksin Td.

Imunisasi TT atau suntik tetanus pada wanita perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali pada ibu hamil  untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi baru lahir).

Jika imunisasi DPT terlambat diberikan, jangan mengulang dari awal, sebaiknya lanjutan vaksin sesuai jadwal imunisasi yang ditetapkan. Bila anak belum pernah mendapatkan imunisasi dasar di usia kurang dari 12 bulan, segera berikan vaksin sesuai imunisasi dasar.

Bila pemberian DPT ke-4 sebelum kembali diberikan tahun ke-4, pemberian ke-5 paling cepat diberikan 6 bulan setelahnya. Jika pemberian ke-4 setelah umur 4 tahun, pemberian ke-5 tidak diperlukan lagi.

7. HiB

Imunisasi HiB (Haemophilus influenzae type B) dapat berupa vaksin PRP-T (konjugasi) yang diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan, dan kembali diberikan di usia 18 bulan. Vaksin ini juga bisa diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi dengan vaksin jenis lainnya, termasuk vaksin hepatitis B dan DPT atau dikenal vaksin DPT-HB-Hib.

Vaksin HiB hanya diberikan pada anak usia 1 sampai 5 tahun sebanyak 1 kali. Sedangkan anak di atas usia 5 tahun tidak perlu diberikan vaksin karena penyakit ini hanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun.

Baca Juga: Vaksin Rabies: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll

8. Rotavirus

Vaksin rotavirus dapat diberikan untuk menekan angka kejadian kematian akibat diare yang masih tinggi di Indonesia. Vaksin rotavirus yang ada di Indonesia terdiri 2 jenis.

Jenis pertama yaitu Rotateq yang dapat diberikan sebanyak 3 dosis pada usia 6 sampai 14 minggu, pemberian kedua setelah 4 sampai 8 minggu, dan dosisi ketiga maksimal di usia 8 bulan. Jenis kedua adalah Rotarix yang diberikan 2 dosis pada usia 10 minggu dan dosis kedua di usia 14 minggu, maksimal di usia 6 bulan.

Jika imunisasi bayi belum didapatkan di atas usia 6 sampai 8 bulan, sebaiknya tidak perlu diberikan karena belum ada hasil penelitian secara klinis.

9. Influenza

Vaksin influenza diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Pada usia 6-35 bulan cukup 0,25 mL. Anak usia >3 tahun, diberikan 0,5 mL. Pada anak berusia <8 tahun, untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu, sedangkan bila anak berusia >8 tahun, maka dosis pertama cukup 1 dosis saja.

1o. Hepatitis A

Manfaat imunisasi hepatitis A untuk mencegah penyakit peradangan hati yang diakibatkan infeksi virus. Vaksin hepatitis A diberikan pada anak di atas usia 2 tahun. Vaksin hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 6 sampai 12 bulan.

Vaksin hepatitis A menimbulkan beberapa efek samping, umumnya ditandai demam dan lemas. Meski jarang, vaksin ini juga menimbulkan efek samping lainnya seperti batuk, hidung tersumbat, sakit kepala, dan gatal-gatal.

11. Varisela

Imunisasi varisela diberikan untuk mencegah cacar air. Vaksin ini diberikan 1 kali pada anak di bawah usia 1 tahun. Sedangkan untuk anak di atas usia 13 tahun atau pada orang dewasa, diberikan 2 kali dengan rentang waktu 4 sampai 8 minggu.

Bila terlambat mendapatkan vaksin varisela, berikan kapan pun karena vaksin ini dapat diberikan sampai menginjak usia dewasa.

12. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Manfaat imunisasi DBD untuk mencegah demam berdarah akibat virus dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Vaksin ini disarankan hanya diberikan kepada orang dengan infeksi virus dengue yang sudah dikonfirmasi sebelumnya.

Imunisasi DBD dapat diberikan di usia 9 sampai 16 tahun. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan selang waktu antara 6 bulan. Efek sampingnya berupa nyeri di area bekas suntikan, demam, kemerahan, pembengkakan, dan nyeri otot.

13. HPV

Manfaat imunisasi HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks pada wanita. Ini karena sebagian besar kanker serviks terkait dengan human papillomavirus (HPV), yang merupakan infeksi menular seksual (IMS).

Vaksin HPV dapat diberikan secara rutin sebanyak 2 hingga 3 kali untuk perempuan atau laki-laki di usia 9 sampai 26 tahun. Vaksin ini umumnya menimbulkan efek samping ringan, termasuk rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan di area bekas suntikan. Namun, terkadang menyebabkan pusing atau pingsan setelah disuntik.

14. Japanese Encephalitis

Vaksin Japanese Ensefalitis (JE) diberikan untuk mencegah infeksi virus pada otak yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. JE menimbulkan beberapa gejala, termasuk demam, sakit kepala, muntah, merasa lemah, atau bahkan kejang (terutama anak-anak).

Vaksin dapat diberikan pada usia 2 bulan hingga 16 tahun. Vaksin diberikan dalam seri 2 dosis, dengan dosis berjarak 28 hari. Dosis kedua dapat diberikan, terutama seminggu sebelum melakukan perjalanan ke tempat di mana terjadi wabah JE. Anak di bawah usia 3 tahun diberi dosis lebih sedikit daripada anak berusia di atas 3 tahun.

15. Tifus

Vaksin tifus berfungsi untuk mencegah penyakit tifus yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Secara umum, gejalanya berupa sakit kepala, demam, dan ruam.

Vaksin tifus dapat diberikan dua dosis suntikan secara subkutan selama 4 minggu. Sedangkan dosis penguat diperlukan setiap 6 hingga dua 12 bulan. Vaksin dapat diberikan di usia 2 sampai 18 tahun.

Vaksin tifus dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tergolong jarang terjadi, di antaranya demam, mual dan muntah, kram perut, dan diare.

16.  PCV

PCV (pneumococcal conjugate vaccine) dapat membantu mencegah penyakit pneumokokus yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Gejala penyakit ini dapat muncul secara tiba-tiba, di antaranya demam, batuk, sesak napas, napas yang cepat, dan nyeri dada.

PCV dapat diberikan pada bayi usia 2 bulan dengan interval pemberian antara 4 sampai 8 minggu. Kemudian dosis ke-4 harus kembali diberikan pada usia 12 sampai 15 tahun.

PVC menyebabkan beberapa efek samping, termasuk demam, eritema (bercak kemerahan di kulit), pembengkakan, sakit di area bekas suntikan, mual, muntah, tidak nafsu makan, mengantuk, insomnia, dan iritabilitas.

 

  1. Anonim. 2018. Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya. https://www.kemkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Vaksin Pneumokokus. http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-pneumokokus. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  3. Anonim 2019. Japanese Encephalitis Vaccine. https://www.cdc.gov/japaneseencephalitis/vaccine/index.html. (Diaskes pada 10 Juli 2020)
  4. Anonim. 2019. Dengue Vaccine. https://www.cdc.gov/dengue/prevention/dengue-vaccine.html. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  5. Anonim. 2018. Immunizations and Vaccines. https://www.webmd.com/children/vaccines/immunizations-vaccines-power-of-preparation#1. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  6. Anonim. Tanpa Tahun. Immunization. https://www.who.int/topics/immunization/en/#:~:text=Immunization%20is%20the%20process%20whereby,against%20subsequent%20infection%20or%20disease. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  7. Boulanger, Amy. 2019. Everything You Need to Know About Vaccinations. https://www.healthline.com/health/vaccinations. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  8. Frothingham, Scott. 2018. Hepatitis B Vaccine: All You Need to Know. https://www.healthline.com/health/hepatitis-b-vaccine-side-effects. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  9. Mayo Clinic Staff. 2020. HPV vaccine: Who needs it, how it works. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  10. Rokom. 2017. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Ini Bukan Akibat Imunisasi MR. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170907/3022887/kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-bukan-akibat-imunisasi-mr/. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  11. Rusmil, Kusnandi. 2015. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian I). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-i. (Diakses pada 10 Juli 2020)
  12. The Healthline Editorial Team. 2019. Typhus. https://www.healthline.com/health/typhus. (Diakses pada 10 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari poker online mengenai Imunisasi: Fungsi, Dosis, Jenis, Efek Samping, dll oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Glybotic: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, dll oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Glybotic adalah obat antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Ketahui Glybotic obat apa, fungsi, dosis, efek samping, cara pakai, dll.

obat-glybotic-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Glybotic

Berikut ini adalah informasi umum obat Glybotic:

 Nama Obat  Glybotic
 Kandungan Obat  Amikacin
 Kelas Obat  Obat Aminoglikosida
 Kategori Obat  Obat resep
 Manfaat Obat  Mengatasi infeksi bakteri
 Kontraindikasi Obat  Hipersensitif terhadap Amikacin atau Aminoglikosida lain
 Sediaan Obat  Injeksi atau suntikan
 Harga Obat  Rp70.00/500 gram Amikacin

Harga obat Glybotic mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini tersedia di apotek dalam bentuk obat generik Amikacin atau merek dagang lain.

Glybotic Obat Apa?

Glybotic adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Obat ini termasuk dalam golongan antibiotik Aminoglikosida yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, infeksi paru-paru, infeksi pada selaput otak, dan beberapa infeksi bakteri lainnya.

Komposisi utama obat ini adalah Amikacin. Obat ini tersedia dalam bentuk injeksi atau suntikan yang dapat digunakan untuk anak-anak dan dewasa. Anda dapat menggunakan obat ini hanya dengan resep dokter.

Merek Dagang Glybotic

Obat ini tersedia dalam obat generik Amikacin. Sementara obat dengan kandungan antibiotik yang sama dipasarkan dengan merek dagang lainnya, seperti:

  • Amiosin
  • Alostil
  • Amikacin Mikasin
  • Mikaject
  • Simikan

Obat Amikacin mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini.

Fungsi Obat Glybotic

Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi bakteri gram negatif, termasuk:

  • Bakteremia, infeksi bakteri pada aliran darah
  • Infeksi intra abdominal, istilah untuk sejumlah infeksi seperti peritonitis, divertikulitis, kolesistitis, kolangitis, dan pankreatitis
  • Infeksi sendi
  • Osteomielitis, infeksi tulang akibat bakteri
  • Radang paru-paru
  • Infeksi kulit atau jaringan lunak
  • Infeksi saluran kemih
  • Meningitis, infeksi pada selaput otak
  • Peritonitis, infeksi pada dinding perut bagian dalam
  • Tuberkulosis, infeksi paru-paru akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis
  • Mycobacterium avium, infeksi bakteri berbahaya yang menyerang penderita HIV
  • Infeksi pada luka operasi

Obat ini mungkin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri lainnya yang belum tercantum dalam informasi kesehatan ini. Konsultasi pada apoteker Anda tentang fungsi Glybotic lainnya.

Peringatan Obat Glybotic

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat antibiotik antibakteri ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan Amikacin.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat antibiotik atau obat golongan Aminoglikosida lainnya.
  • Baca dengan teliti resep dokter atau petunjuk penggunaan obat suntik ini.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter.
  • Konsultasikan pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada wanita hamil, ibu menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat.
  • Obat ini dapat digunakan untuk anak-anak dengan dosis yang disesuaikan.

Selain itu, jangan minum obat ini bila Anda mengalami beberapa riwayat medis serius, seperti:

  • Penyakit ginjal, obat ini dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf atau gangguan pendengaran
  • Asma
  • Gangguan sistem saraf pada otot
  • Penyakit Parkinson
  • Myasthenia gravis

Konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat Amikacin ini karena termasuk obat keras. Obat Amikacin ini juga hanya tersedia dalam sediaan suntikan sehingga tidak boleh sembarangan.

Interaksi Obat Glybotic

Interaksi obat adalah reaksi yang terjadi bila Anda menggunakan dua obat atau lebih sembarangan. Hasil dari reaksi obat biasanya menyebabkan efek samping. Berikut ini beberapa obat yang dicurigai dapat menyebabkan interaksi bila dikonsumsi bersama dengan obat Amikacin:

  • Asam Asetilsalisilat
  • Activated charcoal 
  • Adrenalin
  • Augmentin
  • B Complex 100 (multivitamin)
  • Kalsium 600 D (kalsium/vitamin D)
  • Ceftriaxone
  • Cipro
  • Co-trimoxazole
  • Combivent
  • Cotrim
  • Gentamisin
  • Sodium Heparin
  • Kanamisin
  • Lidokain
  • Meropenem
  • Paracetamol
  • Phenytoin Sodium
  • Piperacillin/tazobactam
  • Sodium valproat
  • Vankomisin
  • Multivitamin Vitamin A dan D
  • Multivitamin Vitamin B Complex 100
  • Multivitamin Vitamin C
  • Multivitamin Vitamin D3
  • Multivitamin Vitamin K
  • Multivitamin Vitamin K1
  • Warfarin

Harap tidak menggunakan dua obat, vitamin, atau obat herbal secara bersamaan tanpa resep dokter untuk mengurangi risiko efek samping.

Efek Samping Glybotic

Berikut ini beberapa efek samping obat Amikacin yang mungkin terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Kehilangan keseimbangan
  • Tremor
  • Kulit ruam
  • Vertigo
  • Gangguan pendengaran
  • Anemia
  • Hipotensi

Daftar efek samping tersebut mencantumkan semua efek samping kandungan Amikacin lainnya yang mungkin terjadi. Setiap pasien mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat tergantung pada kondisi medis yang mendasarinya. Segera hubungi dokter bila mengalami efek samping serius.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih: Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Dosis Glybotic

Dosis Glybotic untuk mengatasi infeksi bakteri secara umum, sebagai berikut:

  • Dosis Dewasa: 15 mg/kgBB setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis setara dengan 500 mg 2 kali per hari. Dosis maksimal adalah 1,5 gram.
  • Dosis Anak: 5 mg/kgBB per hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Dosis Bayi Prematur atau Baru Lahir: 10 mg/kgBB per hari. Dosis dilanjutkan dengan 15 mg/kg BB per hari dalam 2 dosis terbagi.

Sementara dosis Glybotic untuk mengatasi infeksi saluran kemih tanpa komplikasi adalah 7.5 mg/kgBB per hari dalam 2 dosis terbagi. Dosis untuk infeksi bakteri lainnya disesuaikan dengan gejala infeksi, tingkat keparahan, dan kondisi pasien. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Glybotic

Berikut ini cara pakai obat Glybotic dalam sediaan injeksi atau suntikan:

  • Obat ini disuntikkan di otot atau pembuluh darah.
  • Jangan menyuntikkan obat ini sendiri bila Anda belum mengerti cara menggunakannya.
  • Perhatikan dengan teliti instruksi dokter bila Anda harus menggunakan obat suntik ini di rumah.
  • Jangan mencampur cairan Amikacin dengan obat lain.
  • Gunakan jarum suntik sekali pakai.
  • Baca dan pelajari dengan benar cara menggunakan jarum suntik.
  • Jangan lupa minum air putih yang cukup selama menggunakan obat ini agar ginjal tetap sehat.
  • Pengobatan dilakukan selama 7-10 hari.

Tanyakan kepada dokter jika Anda belum memahami instruksi penggunaan obat suntik ini. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat untuk menyembuhkan infeksi bakteri.

Petunjuk Penyimpanan Glybotic

Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai:

  • Simpan obat Amikacin pada suhu 20°C-25°C.
  • Sebaiknya simpan obat Amikacin di kotak P3K khusus atau laci yang tertutup rapat.
  • Simpan obat Amikacin pada kemasan aslinya.
  • Hanya gunakan jarum suntik sekali pakai
  • Pastikan membuang atau menghancurkan jarum suntik bekas pakai di tempat sampah.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan kembali pada apoteker Anda cara menyimpan dan membuang jarum suntik yang sesuai prosedur.

Itulah pembahasan lengkap tentang Glybotic obat apa. Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri namun Anda harus memahami penggunaannya. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter.

 

  1. MIMS. 2020. Glybotic. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/glybotic?type=brief&lang=id. (Diakses pada 10 Juli 2020).
  2. Multum, Cerner. 2019. Amikacin. https://www.drugs.com/mtm/amikacin.html. (Diakses pada 10 Juli 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Glybotic: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, dll oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar MVA-B: Vaksin Baru yang Mampu Melawan Virus HIV oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

MVA-B atau Modified Vaccinia Ankara B adalah vaksin yang disebut-sebut dapat memberikan kekebalan terhadap HIV atau Virus Human Immunodeficiency. Benarkah efektif? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

vaksin-MVA-B untuk HIV-doktersehat

Apa Itu Vaksin MVA-B?

MVA-B adalah vaksin yang dibuat untuk memberikan kekebalan atau pertahanan tubuh terhadap virus HIV. Vaksin ini telah dikembangkan oleh tim peneliti dari Madrid, Spanyol di Spanish Superior Scientific Research Council (CSIC) yang dikepalai oleh Dr. Mariano Esteban.

Vaksin MVA-B didasarkan pada virus Modified Vaccinia Ankara (MVA) yang awalnya digunakan untuk memerangi virus cacar selama tahun 1970-an. B berasal dari nama yang mengacu pada HIV-B, subtipe HIV yang paling umum di Eropa.

Berdasarkan penelitiannya, Dr. Esteban telah menyatakan bahwa vaksin ini berpotensi mengurangi virulensi HIV menjadi infeksi kronis ringan yang mirip dengan penyakit herpes.

Fungsi MVA-B Berdasarkan Penelitian

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyakit yang dikenal mematikan dan hingga kini belum ada obat yang bisa mengobati pasien HIV.

Namun, para ilmuwan telah melakukan uji coba sebuah vaksin yang dipercaya bisa menurunkan HIV dari tingkat penyakit mematikan menjadi penyakit kronis yang lebih ringan, jika vaksin ini bisa melalui tahap uji klinis II dan III.

Ilmuwan mengungkapkan bahwa tes pertama pada manusia menunjukkan 9 dari 10 sukarelawan mengembangkan respons kekebalan tubuh terhadap virus HIV, sekitar 85 % mampu mempertahankan kekebalan tubuh setidaknya selama 1 tahun.

Keberhasilan dari vaksin ini didasarkan pada kemampuan sistem kekebalan tubuh manusia untuk mempelajari bagaimana bereaksi dari waktu ke waktu terhadap partikel virus dan sel yang sudah terinfeksi.

Dr. Esteban menyatakan bahwa vaksin MVA-B terbukti menjadi lebih kuat seperti vaksin lainnya yang sedang dipelajari oleh para ilmuwan.

Baca Juga: HIV/AIDS: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Prosedur Penelitian MVA-B

Vaksin MVA-B telah melalui uji coba pada hewan percobaan tikus dan monyet yang didasarkan pada vaksin untuk mengobati cacar yang ditambahkan 4 gen HIV. Hasilnya, masing-masing gen ini tidak bisa mereplikasi diri sehingga keselamatan lebih terjamin.

Setelah uji coba pada hewan percobaan berhasil, vaksin baru dilakukan uji coba pada manusia. Berikut ini prosedur penelitian vaksin MVA-B pada manusia:

  • Sebanyak 30 sukarelawan yang sehat, 24 di antaranya dirawat dengan vaksin MVA-B sementara 6 sukarelawan lainnya diberi plasebo.
  • Sebanyak 24 sukarelawan diberi 3 dosis vaksin di awal, lalu di minggu ke-4 dan 16 dengan mengamati efeknya melalui tes darah sampai percobaan terakhir di bulan ke-11. Menyuntikkan vaksin ke orang sehat bertujuan melatih sistem kekebalan untuk mendeteksi dan mempelajari cara memerangi virus.
  • Sel kekebalan dalam vaksin bertugas mendeteksi zat-zat asing dalam tubuh dan mengirimkan pesan untuk menghancurkannya, sel kekebalan tubuh ini dikenal sebagai limfosit T dan B.

Dr. Esteban menyebutkan bahwa tubuh manusia dipenuhi dengan limfosit yang masing-masing memiliki program untuk melawan patogen yang berbeda-beda, termasuk untuk HIV. Oleh karenanya, jika virus masuk dan mencoba mengembangkan diri dalam sel, sistem kekebalan tubuh siap untuk menonaktifkan dan menghancurkannya.

Hasil Peneltian

Hasil akhir menunjukkan bahwa sepertiga pasien telah mengembangkan sel limfosit T yang dikenal dengan sel CD4+ yang mendeteksi dan menghancurkan virus dan sel terinfeksi.

Sedangkan dua pertiga pasien lebih responsif dengan mengembangkan sel limfosit B atau juga disebut CD8+ yang menghasilkan antibodi untuk menyerang virus penyebab penyakit yang menginfeksi sel.

Esteban mengakui bahwa vaksin ini pada pada tahap awal menjanjikan, karena 95 persen dari pasien yang menerima vaksin telah mengembangkan kekebalan tubuh. Jika campuran genetik ini melalui uji klinis Fase II dan III di masa depan, HIV dapat dibandingkan dengan virus herpes.

Virus tidak akan menyebabkan penyakit lagi dan akan menjadi infeksi kronis minor, karena memberikan pertahanan dalam tubuh sehingga penularannya jauh lebih rendah.

_

Meski 95 persen dari pasien yang menerima vaksin telah mengembangkan kekebalan tubuh untuk melawan HIV, fungsi vaksin MVA-B untuk HIV masih memerlukan penelitian lebih lanjut!

Para peneliti akan melakukan uji klinis baru pada sukarelawan yang terinfeksi HIV, dengan tujuan untuk mengetahui fungsi vaksin dalam mencegah AIDS atau juga dapat digunakan untuk mengobatinya.

 

  1. Allen, Emily. 2011. New HIV vaccine could turn deadly condition into ‘minor infection like herpes’. https://www.dailymail.co.uk/health/article-2042942/HIV-vaccine-MVA-B-turn-deadly-condition-minor-infection-like-herpes.html. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  2. Dastidar, Sangeeta G. 2011. Spanish Researchers Claim Most Effective HIV Vaccine Yet. https://www.ibtimes.com/spanish-researchers-claim-most-effective-hiv-vaccine-yet-320280. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  3. Vieru, Tudor. 2011. HIV Vaccine Has 90 Percent Efficiency. https://news.softpedia.com/news/HIV-Vaccine-Has-90-Percent-Efficiency-224308.shtml?utm_source=spd_bottombar&utm_medium=spd_newspage&utm_campaign=spd_related. (Diakses pada 7 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai MVA-B: Vaksin Baru yang Mampu Melawan Virus HIV oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Batuk Berdarah (Hemoptisis): Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Batuk berdarah adalah batuk berdahak disertai darah yang menandai kondisi serius. Ketahui gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan di bawah ini.

batuk-berdarah-doktersehat

Apa Itu Batuk Berdarah?

Hemoptisis atau batuk berdarah adalah batuk berdahak yang disertai darah. Beberapa masalah kesehatan seperti, Infeksi, kanker, dan masalah pada pembuluh darah di paru-paru dapat menjadi penyebabnya.

Batuk berdahak yang mengandung darah bisa mengkhawatirkan, baik itu bercak darah sedikit maupun banyak. Seriusnya kondisi ini tergantung jumlah darah dan lamanya waktu batuk, sehingga gejala ini tidak boleh diabaikan.

Darah yang bercampur dengan dahak dari batuk mungkin berasal dari hidung, tenggorokan, saluran pernapasan bagian atas, atau paru-paru.

Gejala Batuk Berdarah

Gejala batuk berdarah biasanya tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisinya. Terkadang gejalanya mirip dengan kondisi lain seperti hematemesis atau muntah darah berwarna pekat seperti kopi.

Sedangkan batuk  darah memiliki warna darah merah cerah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui perbedaan gejalanya.

Berikut ini gejala batuk berdarah berdasarkan penyebabnya:

  • Batuk terus menerus sebelum sebelum disertai bercak darah.
  • Dahak berdarah dan berbuih
  • Demam
  • Nyeri dada
  • Berkeringat di malam hari
  • Badan lemah
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Batuk berdarah sering kali akibat bronkitis akut, yang biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Bronkitis disertai sedikit darah dalam dahak yang berlangsung kurang dari seminggu tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, batuk darah yang berlangsung lebih dari satu minggu, parah, atau semakin memburuk dapat menandakan masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karenanya, sangat penting untuk menghubungi dokter jika mengalami gejala batuk berdarah berikut:

  • Batuk darah setelah jatuh atau cedera di dada.
  • Batuk darah lebih dari beberapa sendok teh.
  • Darah dalam urine atau feses.
  • Nyeri dada.
  • Pusing.
  • Sesak napas yang memburuk

Penyebab Batuk berdarah

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan batuk berdarah, salah satu penyebab yang paling umum dan paling serius adalah bronkitis.

Berikut ini penyebab batuk berdarah lainnya:

  • Gumpalan darah di paru-paru
  • Aspirasi paru (menghirup darah ke paru-paru).
  • Kanker paru-paru.
  • Batuk hebat dan keras yang mengiritasi tenggorokan.
  • Radang paru-paru.
  • TBC (tuberkulosis)
  • Emboli paru (penyumbatan arteri di paru-paru).
  • Komplikasi dari lupus.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Bronkiektasis (kondisi yang menyebabkan pembesaran arteri di paru-paru).
  • Fibrosis kistik.
  • Vaskulitis (radang pembuluh darah di paru-paru).
  • Cedera pada arteri paru-paru.
  • Iritasi dari biopsi bronkoskopi.
  • Menggunakan obat pengencer darah.

Baca Juga: 10 Penyebab Batuk Dahak Berdarah dan Cara Mengobati

Faktor Risiko Batuk Berdarah

Beberapa faktor tertentu dari gaya hidup atau riwayat medis dapat meningkatkan risiko mengembangkan hemoptisis, di antaranya:

  • Merokok
  • Memiliki risiko kambuhnya kanker paru-paru.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat dari segala kondisi paru yang serius.

Diagnosis Batuk Berdarah

Untuk menentukan kondisi medis yang menyebabkan darah dalam dahak, dokter biasanya akan menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik.

Selama pemeriksaan, dokter akan meminta pasien untuk batuk dan memeriksa hidung dan mulut untuk mencari lokasi perdarahan. Dokter juga akan mengambil sampel dahak dan darah untuk dilakukan pengujian.

Selain itu, pemeriksaan tambahan diperlukan untuk beberapa kasus. Beberapa tes yang mungkin diperlukan, di antaranya:

  • Rontgen dada. Tes untuk menunjukkan apakah ada benda asing di dada, cairan, atau penyumbatan di paru-paru.
  • CT scan. Tes ini menghasilkan gambar terperinci dari bagian dalam dada. CT scan dapat mengungkapkan beberapa penyebab batuk darah.
  • Hitung darah lengkap. Tes untuk memeriksa jumlah sel darah putih dan sel darah merah dalam darah, bersama dengan trombosit (sel yang membantu pembekuan darah).
  • Tes koagulasi. Tes yang dapat membantu mengetahui perubahan pada kemampuan darah untuk menggumpal atau membeku, yang dapat menyebabkan perdarahan dan batuk darah.
  • Bronkoskopi. Tes ini menggunakan selang kecil yang ujungnya disematkan kamera dan lampu kecil untuk dimasukkan ke saluran pernapasan melalui hidung atau mulut. Bronkoskopi membantu dokter mengidentifikasi penyebab hemoptisis.

Baca Juga: 10 Jenis Batuk yang Harus Anda Kenali (Ringan hingga Berat)

Pengobatan Batuk Berdarah

Perawatan tergantung pada penyebabnya dan tujuan utamanya untuk menghentikan pendarahan. Berikut ini sejumlah pengobatan untuk batuk berdarah:

1. Obat-obatan

Penggunaan steroid dapat membantu ketika kondisi peradangan yang berada di sumber perdarahan. Antibiotik juga dapat digunakan untuk pneumonia atau TBC.

2. Embolisasi Arteri Bronkial

Perawatan ini menggunakan kateter melalui kaki untuk menyuplai darah ke paru-paru. Dokter akan memasukkan pewarna ke dalamnya dan melihat arteri di layar monitor untuk mengidentifikasi sumber pendarahan.

Dokter dapat menyumbat sumbernya menggunakan gulungan logam atau zat lain. Pendarahan biasanya berhenti, dan arteri lain mengganti arteri yang baru tersumbat.

3. Bronkoskopi

Pengobatan dengan alat yang disebut endoskop dimasukkan ke dalam saluran pernapasan melalui hidung atau mulut. Beberapa dirancang untuk menghentikan pendarahan, sementara yang lain, misalnya, dapat menghilangkan gumpalan darah.

4. Embolisasi

Jika pembuluh darah utama menyebabkan batuk keluar darah, dokter dapat merekomendasikan prosedur yang disebut embolisasi. Kateter dimasukkan ke dalam bejana, sumber perdarahan diidentifikasi dan koil logam, bahan kimia, atau fragmen spons gelatin digunakan untuk menutupinya.

5. Operasi

Jika penyebab batuk darah parah dan mengancam jiwa, pasien mungkin memerlukan operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian paru-paru (pneumonectomy).

Komplikasi Batuk Berdarah

Berdasarkan pada penyebabnya, komplikasi yang terjadi adalah kegawatan hemoptisis. Berikut ini beberapa komplikasi dari batuk berdarah:

  • Asfiksia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan pasokan oksigen dalam tubuh karena adanya bekuan darah dalam saluran pernapasan,
  • Syok hipovolemik. Ini disebabkan banyak darah yang dikeluarkan selama terjadi hemoptisis. Ini merupakan kondisi gawat darurat akibat hilangnya darah dan cairan tubuh dalam jumlah banyak, sehingga jantung tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh.
  • Aspirasi. Kondisi di mana masuknya bekuan darah atau sisa makanan ke dalam jaringan paru yang sehat bersama inspirasi.

Pencegahan Batuk Berdarah

Batuk keluar darah adalah gejala penyakit atau kondisi. Jika gejalanya dibiarkan tanpa perawatan dapat membuat penyebab yang mendasarinya memburuk. Oleh karena itu, pencegahan terletak pada perawatan yang tepat terhadap penyakit yang mendasarinya.

Berikut ini beberapa cara mencegah batuk berdarah:

  • Berhenti merokok, jika perokok.
  • Menghindari paparan polusi udara.
  • Obati batuk yang menetap.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Coughing up blood (haemoptysis). https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/coughing-up-blood-haemoptysis. (Diakses pada 3 Juli 2020)
  2. Anonim. 2019. Coughing Up Blood (Hemoptysis). https://www.webmd.com/lung/coughing-up-blood. (Diakses pada 3 Juli 2020)
  3. Krans, Brian dan Rachel N. 2019. Why Am I Coughing Up Blood?. https://www.healthline.com/health/coughing-up-blood#prevention. (Diakses pada 3 Juli 2020)
  4. Silva, Joana C. 2020. What causes blood in sputum?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321563#when-to-see-a-doctor. (Diakses pada 3 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Batuk Berdarah (Hemoptisis): Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.