Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar MVA-B: Vaksin Baru yang Mampu Melawan Virus HIV oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

MVA-B atau Modified Vaccinia Ankara B adalah vaksin yang disebut-sebut dapat memberikan kekebalan terhadap HIV atau Virus Human Immunodeficiency. Benarkah efektif? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

vaksin-MVA-B untuk HIV-doktersehat

Apa Itu Vaksin MVA-B?

MVA-B adalah vaksin yang dibuat untuk memberikan kekebalan atau pertahanan tubuh terhadap virus HIV. Vaksin ini telah dikembangkan oleh tim peneliti dari Madrid, Spanyol di Spanish Superior Scientific Research Council (CSIC) yang dikepalai oleh Dr. Mariano Esteban.

Vaksin MVA-B didasarkan pada virus Modified Vaccinia Ankara (MVA) yang awalnya digunakan untuk memerangi virus cacar selama tahun 1970-an. B berasal dari nama yang mengacu pada HIV-B, subtipe HIV yang paling umum di Eropa.

Berdasarkan penelitiannya, Dr. Esteban telah menyatakan bahwa vaksin ini berpotensi mengurangi virulensi HIV menjadi infeksi kronis ringan yang mirip dengan penyakit herpes.

Fungsi MVA-B Berdasarkan Penelitian

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyakit yang dikenal mematikan dan hingga kini belum ada obat yang bisa mengobati pasien HIV.

Namun, para ilmuwan telah melakukan uji coba sebuah vaksin yang dipercaya bisa menurunkan HIV dari tingkat penyakit mematikan menjadi penyakit kronis yang lebih ringan, jika vaksin ini bisa melalui tahap uji klinis II dan III.

Ilmuwan mengungkapkan bahwa tes pertama pada manusia menunjukkan 9 dari 10 sukarelawan mengembangkan respons kekebalan tubuh terhadap virus HIV, sekitar 85 % mampu mempertahankan kekebalan tubuh setidaknya selama 1 tahun.

Keberhasilan dari vaksin ini didasarkan pada kemampuan sistem kekebalan tubuh manusia untuk mempelajari bagaimana bereaksi dari waktu ke waktu terhadap partikel virus dan sel yang sudah terinfeksi.

Dr. Esteban menyatakan bahwa vaksin MVA-B terbukti menjadi lebih kuat seperti vaksin lainnya yang sedang dipelajari oleh para ilmuwan.

Baca Juga: HIV/AIDS: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Prosedur Penelitian MVA-B

Vaksin MVA-B telah melalui uji coba pada hewan percobaan tikus dan monyet yang didasarkan pada vaksin untuk mengobati cacar yang ditambahkan 4 gen HIV. Hasilnya, masing-masing gen ini tidak bisa mereplikasi diri sehingga keselamatan lebih terjamin.

Setelah uji coba pada hewan percobaan berhasil, vaksin baru dilakukan uji coba pada manusia. Berikut ini prosedur penelitian vaksin MVA-B pada manusia:

  • Sebanyak 30 sukarelawan yang sehat, 24 di antaranya dirawat dengan vaksin MVA-B sementara 6 sukarelawan lainnya diberi plasebo.
  • Sebanyak 24 sukarelawan diberi 3 dosis vaksin di awal, lalu di minggu ke-4 dan 16 dengan mengamati efeknya melalui tes darah sampai percobaan terakhir di bulan ke-11. Menyuntikkan vaksin ke orang sehat bertujuan melatih sistem kekebalan untuk mendeteksi dan mempelajari cara memerangi virus.
  • Sel kekebalan dalam vaksin bertugas mendeteksi zat-zat asing dalam tubuh dan mengirimkan pesan untuk menghancurkannya, sel kekebalan tubuh ini dikenal sebagai limfosit T dan B.

Dr. Esteban menyebutkan bahwa tubuh manusia dipenuhi dengan limfosit yang masing-masing memiliki program untuk melawan patogen yang berbeda-beda, termasuk untuk HIV. Oleh karenanya, jika virus masuk dan mencoba mengembangkan diri dalam sel, sistem kekebalan tubuh siap untuk menonaktifkan dan menghancurkannya.

Hasil Peneltian

Hasil akhir menunjukkan bahwa sepertiga pasien telah mengembangkan sel limfosit T yang dikenal dengan sel CD4+ yang mendeteksi dan menghancurkan virus dan sel terinfeksi.

Sedangkan dua pertiga pasien lebih responsif dengan mengembangkan sel limfosit B atau juga disebut CD8+ yang menghasilkan antibodi untuk menyerang virus penyebab penyakit yang menginfeksi sel.

Esteban mengakui bahwa vaksin ini pada pada tahap awal menjanjikan, karena 95 persen dari pasien yang menerima vaksin telah mengembangkan kekebalan tubuh. Jika campuran genetik ini melalui uji klinis Fase II dan III di masa depan, HIV dapat dibandingkan dengan virus herpes.

Virus tidak akan menyebabkan penyakit lagi dan akan menjadi infeksi kronis minor, karena memberikan pertahanan dalam tubuh sehingga penularannya jauh lebih rendah.

_

Meski 95 persen dari pasien yang menerima vaksin telah mengembangkan kekebalan tubuh untuk melawan HIV, fungsi vaksin MVA-B untuk HIV masih memerlukan penelitian lebih lanjut!

Para peneliti akan melakukan uji klinis baru pada sukarelawan yang terinfeksi HIV, dengan tujuan untuk mengetahui fungsi vaksin dalam mencegah AIDS atau juga dapat digunakan untuk mengobatinya.

 

  1. Allen, Emily. 2011. New HIV vaccine could turn deadly condition into ‘minor infection like herpes’. https://www.dailymail.co.uk/health/article-2042942/HIV-vaccine-MVA-B-turn-deadly-condition-minor-infection-like-herpes.html. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  2. Dastidar, Sangeeta G. 2011. Spanish Researchers Claim Most Effective HIV Vaccine Yet. https://www.ibtimes.com/spanish-researchers-claim-most-effective-hiv-vaccine-yet-320280. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  3. Vieru, Tudor. 2011. HIV Vaccine Has 90 Percent Efficiency. https://news.softpedia.com/news/HIV-Vaccine-Has-90-Percent-Efficiency-224308.shtml?utm_source=spd_bottombar&utm_medium=spd_newspage&utm_campaign=spd_related. (Diakses pada 7 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai MVA-B: Vaksin Baru yang Mampu Melawan Virus HIV oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Batuk Berdarah (Hemoptisis): Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Batuk berdarah adalah batuk berdahak disertai darah yang menandai kondisi serius. Ketahui gejala, penyebab, pengobatan, pencegahan di bawah ini.

batuk-berdarah-doktersehat

Apa Itu Batuk Berdarah?

Hemoptisis atau batuk berdarah adalah batuk berdahak yang disertai darah. Beberapa masalah kesehatan seperti, Infeksi, kanker, dan masalah pada pembuluh darah di paru-paru dapat menjadi penyebabnya.

Batuk berdahak yang mengandung darah bisa mengkhawatirkan, baik itu bercak darah sedikit maupun banyak. Seriusnya kondisi ini tergantung jumlah darah dan lamanya waktu batuk, sehingga gejala ini tidak boleh diabaikan.

Darah yang bercampur dengan dahak dari batuk mungkin berasal dari hidung, tenggorokan, saluran pernapasan bagian atas, atau paru-paru.

Gejala Batuk Berdarah

Gejala batuk berdarah biasanya tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisinya. Terkadang gejalanya mirip dengan kondisi lain seperti hematemesis atau muntah darah berwarna pekat seperti kopi.

Sedangkan batuk  darah memiliki warna darah merah cerah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui perbedaan gejalanya.

Berikut ini gejala batuk berdarah berdasarkan penyebabnya:

  • Batuk terus menerus sebelum sebelum disertai bercak darah.
  • Dahak berdarah dan berbuih
  • Demam
  • Nyeri dada
  • Berkeringat di malam hari
  • Badan lemah
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Batuk berdarah sering kali akibat bronkitis akut, yang biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Bronkitis disertai sedikit darah dalam dahak yang berlangsung kurang dari seminggu tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, batuk darah yang berlangsung lebih dari satu minggu, parah, atau semakin memburuk dapat menandakan masalah kesehatan yang lebih serius. Oleh karenanya, sangat penting untuk menghubungi dokter jika mengalami gejala batuk berdarah berikut:

  • Batuk darah setelah jatuh atau cedera di dada.
  • Batuk darah lebih dari beberapa sendok teh.
  • Darah dalam urine atau feses.
  • Nyeri dada.
  • Pusing.
  • Sesak napas yang memburuk

Penyebab Batuk berdarah

Ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan batuk berdarah, salah satu penyebab yang paling umum dan paling serius adalah bronkitis.

Berikut ini penyebab batuk berdarah lainnya:

  • Gumpalan darah di paru-paru
  • Aspirasi paru (menghirup darah ke paru-paru).
  • Kanker paru-paru.
  • Batuk hebat dan keras yang mengiritasi tenggorokan.
  • Radang paru-paru.
  • TBC (tuberkulosis)
  • Emboli paru (penyumbatan arteri di paru-paru).
  • Komplikasi dari lupus.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Bronkiektasis (kondisi yang menyebabkan pembesaran arteri di paru-paru).
  • Fibrosis kistik.
  • Vaskulitis (radang pembuluh darah di paru-paru).
  • Cedera pada arteri paru-paru.
  • Iritasi dari biopsi bronkoskopi.
  • Menggunakan obat pengencer darah.

Baca Juga: 10 Penyebab Batuk Dahak Berdarah dan Cara Mengobati

Faktor Risiko Batuk Berdarah

Beberapa faktor tertentu dari gaya hidup atau riwayat medis dapat meningkatkan risiko mengembangkan hemoptisis, di antaranya:

  • Merokok
  • Memiliki risiko kambuhnya kanker paru-paru.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat dari segala kondisi paru yang serius.

Diagnosis Batuk Berdarah

Untuk menentukan kondisi medis yang menyebabkan darah dalam dahak, dokter biasanya akan menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik.

Selama pemeriksaan, dokter akan meminta pasien untuk batuk dan memeriksa hidung dan mulut untuk mencari lokasi perdarahan. Dokter juga akan mengambil sampel dahak dan darah untuk dilakukan pengujian.

Selain itu, pemeriksaan tambahan diperlukan untuk beberapa kasus. Beberapa tes yang mungkin diperlukan, di antaranya:

  • Rontgen dada. Tes untuk menunjukkan apakah ada benda asing di dada, cairan, atau penyumbatan di paru-paru.
  • CT scan. Tes ini menghasilkan gambar terperinci dari bagian dalam dada. CT scan dapat mengungkapkan beberapa penyebab batuk darah.
  • Hitung darah lengkap. Tes untuk memeriksa jumlah sel darah putih dan sel darah merah dalam darah, bersama dengan trombosit (sel yang membantu pembekuan darah).
  • Tes koagulasi. Tes yang dapat membantu mengetahui perubahan pada kemampuan darah untuk menggumpal atau membeku, yang dapat menyebabkan perdarahan dan batuk darah.
  • Bronkoskopi. Tes ini menggunakan selang kecil yang ujungnya disematkan kamera dan lampu kecil untuk dimasukkan ke saluran pernapasan melalui hidung atau mulut. Bronkoskopi membantu dokter mengidentifikasi penyebab hemoptisis.

Baca Juga: 10 Jenis Batuk yang Harus Anda Kenali (Ringan hingga Berat)

Pengobatan Batuk Berdarah

Perawatan tergantung pada penyebabnya dan tujuan utamanya untuk menghentikan pendarahan. Berikut ini sejumlah pengobatan untuk batuk berdarah:

1. Obat-obatan

Penggunaan steroid dapat membantu ketika kondisi peradangan yang berada di sumber perdarahan. Antibiotik juga dapat digunakan untuk pneumonia atau TBC.

2. Embolisasi Arteri Bronkial

Perawatan ini menggunakan kateter melalui kaki untuk menyuplai darah ke paru-paru. Dokter akan memasukkan pewarna ke dalamnya dan melihat arteri di layar monitor untuk mengidentifikasi sumber pendarahan.

Dokter dapat menyumbat sumbernya menggunakan gulungan logam atau zat lain. Pendarahan biasanya berhenti, dan arteri lain mengganti arteri yang baru tersumbat.

3. Bronkoskopi

Pengobatan dengan alat yang disebut endoskop dimasukkan ke dalam saluran pernapasan melalui hidung atau mulut. Beberapa dirancang untuk menghentikan pendarahan, sementara yang lain, misalnya, dapat menghilangkan gumpalan darah.

4. Embolisasi

Jika pembuluh darah utama menyebabkan batuk keluar darah, dokter dapat merekomendasikan prosedur yang disebut embolisasi. Kateter dimasukkan ke dalam bejana, sumber perdarahan diidentifikasi dan koil logam, bahan kimia, atau fragmen spons gelatin digunakan untuk menutupinya.

5. Operasi

Jika penyebab batuk darah parah dan mengancam jiwa, pasien mungkin memerlukan operasi untuk mengangkat seluruh atau sebagian paru-paru (pneumonectomy).

Komplikasi Batuk Berdarah

Berdasarkan pada penyebabnya, komplikasi yang terjadi adalah kegawatan hemoptisis. Berikut ini beberapa komplikasi dari batuk berdarah:

  • Asfiksia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan pasokan oksigen dalam tubuh karena adanya bekuan darah dalam saluran pernapasan,
  • Syok hipovolemik. Ini disebabkan banyak darah yang dikeluarkan selama terjadi hemoptisis. Ini merupakan kondisi gawat darurat akibat hilangnya darah dan cairan tubuh dalam jumlah banyak, sehingga jantung tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh.
  • Aspirasi. Kondisi di mana masuknya bekuan darah atau sisa makanan ke dalam jaringan paru yang sehat bersama inspirasi.

Pencegahan Batuk Berdarah

Batuk keluar darah adalah gejala penyakit atau kondisi. Jika gejalanya dibiarkan tanpa perawatan dapat membuat penyebab yang mendasarinya memburuk. Oleh karena itu, pencegahan terletak pada perawatan yang tepat terhadap penyakit yang mendasarinya.

Berikut ini beberapa cara mencegah batuk berdarah:

  • Berhenti merokok, jika perokok.
  • Menghindari paparan polusi udara.
  • Obati batuk yang menetap.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Coughing up blood (haemoptysis). https://www.topdoctors.co.uk/medical-dictionary/coughing-up-blood-haemoptysis. (Diakses pada 3 Juli 2020)
  2. Anonim. 2019. Coughing Up Blood (Hemoptysis). https://www.webmd.com/lung/coughing-up-blood. (Diakses pada 3 Juli 2020)
  3. Krans, Brian dan Rachel N. 2019. Why Am I Coughing Up Blood?. https://www.healthline.com/health/coughing-up-blood#prevention. (Diakses pada 3 Juli 2020)
  4. Silva, Joana C. 2020. What causes blood in sputum?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321563#when-to-see-a-doctor. (Diakses pada 3 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Batuk Berdarah (Hemoptisis): Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imiquimod adalah obat untuk mengatasi pertumbuhan sejenis kanker kulit. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kutil kelamin. Ketahui imiquimod obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, harga, dll.

imiquimod-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Imiquimod

Berikut ini adalah informasi umum obat imiquimod:

 Nama Obat Imiquimod
 Kandungan Obat Imiquimod
 Kelas Obat Dermatologis dan obat topikal antivirus
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Mengobati kutil kelamin.
  • Mengobati kutil perianal atau kutil anus.
  • Mengobati actinic keratosis (AK), kondisi pra kanker kulit.
 Kontraindikasi Obat
  • Pasien dengan penyakit autoimun.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Pasien dengan penyakit human papilloma virus (HPV) sebelumnya.
 Sediaan Obat Obat topikal
 Harga Obat Rp3.120.000/1 dus @12 kemasan (12×250 mg)

Harga obat imiquimod mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan resep dokter dengan merek dagang lain.

Imiquimod Obat Apa?

Imiquimod adalah obat topikal yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi beberapa jenis gangguan kulit atau pertumbuhan kulit abnormal. Obat topikal ini digunakan untuk mengobati actinic keratosis (AK), yaitu pertumbuhan pra kanker kulit akibat paparan sinar matahari yang tidak sehat.

Krim ini juga digunakan untuk mengatasi kutil kelamin atau kutil anus/dubur yang terjadi di bagian luar alat kelamin. Obat Imiquimod termasuk dalam kelas obat dermatologis yang juga berperan sebagai antivirus.

Obat ini dapat membantu mengontrol gejala karsinoma sel basal superfisial yang merupakan sejenis kanker kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit bagian leher, tangan, kaki, atau gejala seperti kutil.

Obat ini boleh digunakan untuk anak di atas usia 12 tahun. Obat ini dianggap efektif untuk mencegah pertumbuhan kondisi pra kanker kulit, namun tidak diketahui apakah dapat mencegah penularan kutil atau gangguan kulit ke orang lain.

Merek Dagang Imiquimod

Obat topikal antivirus ini dijual sebagai obat generik dengan nama krim imiquimod. Obat ini juga memiliki merek dagang lain, yaitu:

  • Aldara
  • Imiquad

Obat dermatologis ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini. Selain itu, harga imiquimod dalam merek lain mungkin lebih mahal dari obat generik.

Fungsi Obat Imiquimod

Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi kulit seperti kutil kelamin dan gangguan kulit terkait pra kanker kulit. Ketahui manfaat imiquimod berikut ini:

1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual dengan gejala rasa gatal, nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar pada area kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh strain human papillomavirus (HPV), virus yang juga menyebabkan displasia serviks dan kanker.

Pada pria, kutil kelamin muncul di area paha, di dalam atau luar anus, penis, atau skrotum. Pada wanita, biasanya kutil kelamin tumbuh di dalam atau luar vagina, di luar atau dalam anus, atau di leher rahim (serviks). Sementara krim imiquimod hanya digunakan untuk kutil kelamin di bagian luar kelamin.

2. Actinic Keratosis

Actinic keratosis adalah pertumbuhan pra kanker kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari. Gejala actinic keratosis adalah bercak-bercak kecil pada kulit yang umumnya terjadi di leher, kulit kepala, telinga, punggung tangan, wajah, dan bibir. Sebagian besar orang tidak menyadari tanda-tanda kanker kulit ini atau yang juga disebut dengan keratosis ini.

Kondisi ini umumnya berkembang selama bertahun-tahun dan baru muncul pada orang dengan usia di atas 40 tahun. Sementara itu, gejala actinic keratosis dapat diatasi dengan obat imiquimod agar lesi actinic keratosis tidak berkembang menjadi kanker kulit.

3. Karsinoma Sel Basal Superfisial

Karsinoma sel basal superfisial adalah jenis kanker kulit di mana jenis sel tertentu di dalam kulit memproduksi sel kulit baru saat sel lama mati. Gejala karsinoma sel basal adalah benjolan transparan pada kulit yang umumnya terjadi di kulit kepala dan leher.

Penyebab karsinoma sel basal superfisial diduga karena paparan sinar radiasi jangka panjang. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan tabir surya dan meminimalisir paparan langsung cahaya matahari di siang hari.

Itulah berbagai fungsi obat imiquimod. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi atau gangguan kulit lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Peringatan Obat Imiquimod

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat topikal untuk kulit ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan imiquimod atau obat Aldara.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat lainnya.
  • Beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan krim, obat topikal, perawatan kulit, atau belum sembuh dari operasi lain.
  • Beritahu dokter semua obat termasuk obat topikal lain, suplemen, vitamin, atau herbal lainnya yang sedang Anda gunakan.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter.
  • Anda harus melakukan pemeriksaan kulit secara teratur sebelum, selama, dan sesudah menggunakan krim ini.
  • Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan perawatan kulit dengan obat ini.
  • Gunakan tabir surya. Konsultasikan pada dokter jenis dan SPF tabir surya yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Segera hubungi dokter bila Anda mengalami reaksi kulit yang mengganggu setelah menggunakan krim ini.
  • Konsultasikan lagi pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas usia 12 tahun.

Beberapa hal lain yang harus Anda hindari selama Anda menggunakan obat ini, termasuk:

  • Jangan berenang.
  • Jangan mandi atau membasuh area kulit yang baru dioleskan krim ini.
  • Jangan terpapar sinar matahari langsung.
  • Jangan menggunakan krim ini pada luka bakar terbuka atau area kulit yang belum sembuh dari operasi.
  • Jangan menggunakan krim ini di area mulut, hidung, atau mata.
  • Obat ini tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa pemeriksaan kulit sebelumnya atau tanpa resep dokter.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain walau dengan indikasi yang sama.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat kulit ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Penyakit autoimun.
  • Transplantasi organ.
  • Tidak digunakan untuk penyakit virus human papilloma pada manusia uretra, intravaginal, serviks, dubur, atau intra-anal.

Itulah beberapa peringatan penting sebelum dan selama Anda menggunakan obat topikal untuk gangguan kulit ini. Selebihnya, konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Imiquimod

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin muncul bila Anda menggunakan lebih dari satu obat sembarangan. Reaksi tersebut dapat melemahkan atau meningkatkan kedua atau salah satu obat. Interaksi obat juga mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat topikal termasuk krim atau salep secara bersamaan di area kulit yang sama.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat imiquimod bila digunakan bersama dengan obat lain seperti:

  • Asam aminolevulinic
  • Asam aminolevulinic topikal
  • Methoxsalen
  • Metil aminolevulinat topikal
  • Verteporfin

Obat ini juga akan berinteraksi dengan penyakit eksim dan kondisi terbakar sinar matahari. Sebaiknya, tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan kecuali dengan petunjuk dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Kulit Berdasarkan Jenisnya

Efek Samping Imiquimod

Berikut ini beberapa efek samping imiquimod yang mungkin terjadi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Nyeri tubuh
  • Gatal
  • Panas dingin
  • Telinga tersumbat
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit merah
  • Ruam kulit
  • Kulit melepuh
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan ekstrim

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi namun jarang, termasuk:

  • Nyeri perut
  • Nyeri kaki, lutut, dan sendi
  • Nyeri dada
  • Suara serak
  • Gugup
  • Sulit berkemih
  • Gangguan penglihatan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelenjar getah bening yang bengkak, nyeri, atau lunak di leher, ketiak, atau selangkangan

Daftar efek samping tersebut mencantumkan semua efek samping lainnya yang mungkin terjadi. Setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Imiquimod

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama

Berikut ini adalah informasi tentang dosis imiquimod:

1. Mengatasi Kutil Kelamin atau Kutil Perianal

  • Krim Imiquimod 3,75% untuk Dewasa: Oleskan tipis-tipis dan merata ke area kulit sebanyak sekali sehari. Total perawatan selama 8 minggu.
  • Krim 5% untuk Dewasa: Oleskan krim tipis-tipis secara merata 3 kali seminggu selama 16 minggu.

Apabila Anda menggunakan obat ini untuk mengatasi kutil kelamin, perhatikan beberapa hal ini, termasuk:

  • Obat ini tidak menyembuhkan kutil kelamin, namun mengontrol gejalanya.
  • Kutil kelamin baru mungkin tetap muncul selama Anda menggunakan krim kulit ini.
  • Kondom tampaknya tidak akan berfungsi dengan baik bila digunakan dalam kondisi kutil kelamin.
  • Anda mungkin menggunakan alat kontrasepsi lain selama melakukan perawatan kutil kelamin dengan krim ini.
  • Sebaiknya, tidak melakukan aktivitas seksual apapun selama kutil kelamin belum sembuh.

2. Mengatasi Karsinoma Sel Basal Superfisial

Oleskan krim 5% 5 kali seminggu sebelum tidur selama 6 minggu. Membutuhkan waktu hingga 12 minggu setelah menyelesaikan perawatan untuk menilai respon obat tersebut.

3. Actinic Keratosis

  • Sebagai 2,5% atau 3,75% Krim: Oleskan ke kulit sekali sehari setiap sebelum tidur selama 2 minggu.
  • Sebagai Krim 5%: Oleskan ke kulit 3 kali seminggu sebelum tidur selama 4 minggu. Ulangi perawatan selama 4 minggu lagi dengan interval 4 minggu.

Informasi ini tidak menggantikan resep dari dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis imiquimod yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Pakai Imiquimod

Berikut ini cara pakai krim imiquimod:

  • Ikuti sesuai dengan petunjuk penggunaan pada resep dokter.
  • Obat topikal hanya digunakan untuk pemakaian di kulit.
  • Jangan menggunakan obat topikal ini terlalu banyak atau terlalu lama karena akan meningkatkan risiko efek samping.
  • Cuci tangan sebelum mengoleskan krim ini.
  • Aplikasikan krim ini dengan tangan yang bersih dan kering.
  • Oleskan krim tipis-tipis dan merata.
  • Gunakan sebelum tidur agar obat dapat menyerap selama 8 jam.
  • Bersihkan kulit di pagi harinya.
  • Jangan tutupi kulit yang baru diolesi krim dengan perban atau plester lainnya.
  • Gunakan celana berbahan katun selama Anda mengobati kutil kelamin dengan krim ini.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak memahami instruksi ini. Gunakan obat apapun sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Petunjuk Penyimpanan Imiquimod

Jangan menyimpan obat sembarangan karena akan merusak kandungan obat dan mengurangi kinerja obat. Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai berikut:

  • Jangan menyimpan obat di tempat yang panas, lembap, berair, atau terpapar matahari langsung.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu 20°C-25°C.
  • Jangan menyimpan obat di dalam kulkas, dekat kompor, wastafel, atau tempat yang terlalu panas.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus.
  • Bila tidak ada, simpan obat di laci atau tempat yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada wadah aslinya.
  • Jangan lupa tutup rapat obat topikal, obat cair, dan obat lainnya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang imiquimod obat apa. Manfaat imiquimod adalah untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti kutil kelamin dan mencegah risiko pertumbuhan kanker kulit. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan resep dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2020. Genital Warts. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  2. Mayo Clinic. 2020. Basal cell carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/basal-cell-carcinoma/symptoms-causes/syc-20354187. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Actinic keratosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969#:~:text=An%20actinic%20keratosis%20(ak%2DTIN,%2C%20forearms%2C%20scalp%20or%20neck. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  4. MIMS. 2020. Imiquimod. https://www.mims.com//philippines/drug/info/imiquimod?mtype=generic. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  5. Multum, Cerner. 2020. Imiquimod topical. https://www.drugs.com/mtm/imiquimod-topical.html. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  6. WebMD. 2020. Imiquimod Cream In Metered-Dose Pump. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1191-1350/imiquimod-topical/imiquimod-3-75-topical/details. (Diakses pada 27 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ambulancebekasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Hamil 25 Minggu, Refleks Janin Mulai Berfungsi oleh - ambulancebekasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Hamil 25 minggu, seperti apa perkembangan janin yang ada di dalam perut Anda? Apakah ia tumbuh dengan baik, atau justru tidak? Ketahui lebih lanjut mengenai perkembangan janin 25 minggu serta informasi terkait usia kehamilan 25 minggu lainnya berikut ini!

hamil-25-minggu-doktersehat

Perkembangan Janin saat Hamil 25 Minggu

Pada saat usia kehamilan 23 minggu, idealnya janin memiliki panjang 33 cm. Sementara itu, berat janin 25 minggu sekitar 0,68 kg. Ukuran janin saat hamil 23 minggu ini sama dengan rutabaga, yakni sejenis umbi-umbian.

Janin 25 minggu juga masih terus mengalami pembentukan lemak tubuh sehingga berat tubuhnya juga mengalami peningkatan yang signifikan. Selain itu, pada minggu ke-25 ini kulit janin menjadi lebih kemerahan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya.

Perubahan pada kulit janin menjadi lebih kemerahan tersebut dikarenakan sedang terjadi proses pembentukan pembuluh darah kapiler yang ada di bawah kulit. Pembuluh kapiler yang berisikan darah lantas menjadikan kulit jadi tampak memerah.

Perkembangan janin 25 minggu lainnya yang juga dapat diperhatikan adalah organ paru-paru yang semakin mengalami penyempurnaan, baik dari segi bentuk maupun fungsi. Hal ini dikarenakan pada paru-paru mulai terbentuk pembuluh darah yang akan menunjang fungsinya kelak. Kendati demikian, organ pernapasan tersebut belum dapat digunakan oleh janin untuk bernapas.

Satu hal lagi, pada saat hamil 25 minggu, janin di dalam perut mungkin sudah mulai bisa merespon suara yang ia dengar dengan melakukan gerakan refleks. Gerak refleks yang dimaksud seperti menendang atau bahkan mengubah posisi tubuhnya.

Perubahan Tubuh saat Hamil 25 Minggu

Lanjut ke ulasan mengenai perubahan dan gejala apa saja yang terjadi pada tubuh Anda saat hamil 25 minggu? Pada dasarnya, perubahan atau gejala yang dialami di usia kehamilan 25 minggu mayoritas masih sama seperti di minggu-minggu yang masuk ke dalam trimester kedua.

Berikut adalah perubahan dan gejala yang perlu Anda ketahui.

1. Puting Susu Terlihat Lebih Gelap

Usia kehamilan yang terus bertambah menimbulkan sejumlah perubahan pada tubuh Anda. Salah satu dari perubahan tersebut adalah puting susu yang warnanya jadi terlihat lebih gelap dari biasanya.

2. Wasir

Sama seperti di minggu ke-22, hemoroid alias wasir masih menjadi keluhan ibu hamil 25. Wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah pada bagian usus besar yang bernama rektum mengalami pelebaran.

Rahim yang mengalami pembesaran menyebabkan anus tertekan. Tekanan pada anus lantas pembuluh darah melebar hingga terjadilah wasir. Selain karena tekanan yang dialami anus, hormon kehamilan juga disebut-sebut menjadi pemicu terjadinya wasir ini.

3. Peradangan Gusi

Peradangan pada gusi atau disebut gingivitis menjadi gejala lainnya yang harus diwaspadai oleh para ibu hamil 25 minggu. Radang gusi tentunya tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, kondisi ini dapat berujung pada komplikasi serius seperti kelahiran prematur dan preeklampsia.

Oleh sebab itu, Anda harus berhati-hati dan sebisa mungkin cegah diri dari kondisi tersebut. Menghindari dari gingivitis tidak sulit, kok. Anda hanya perlu rajin menggosok gigi 2 kali sehari yakni di pagi dan malam hari.

4. Heartburn

Heartburn atau gejala nyeri ulu hati mungkin masih akan Anda alami saat hamil 25 minggu. Kendati tidak perlu dikhawatirkan karena bukan merupakan kondisi serius, tetap saja nyeri ulu hati akan membuat Anda tidak nyaman.

Maka dari itu, lakukan sejumlah tips berikut ini guna meminimalisir gejala heartburn:

  • Hindari makanan pemicu nyeri ulu hati seperti makanan pedas, asam, dan mengandung santan.
  • Usahakan makan dalam porsi kecil tapi sering alih-alih makan dalam porsi besar namun jarang.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan.
  • Gunakan obat antasida untuk meredakan gejala nyeri (konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter)

5. Pigmentasi Kulit

Pigmentasi kulit juga mungkin masih akan dialami oleh ibu hamil 25 minggu. Pigmentasi kulit dapat ditandai dengan munculnya bintik-bintik berwarna cokelat atau kehitaman pada kulit, khususnya kulit wajah.

Pigmentasi kulit seperti ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah melasma. Menurut penelitian, sekitar 50-70 persen wanita mengalami melasma saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Gejala ini diduga terkait dengan perubahan hormon yang sedang terjadi.

Sejumlah gejala lainnya yang mungkin muncul di kehamilan 25 minggu adalah sebagai berikut:

  • Stretch marks
  • Nyeri badan
  • Pembengkakan pergelangan kaki
  • Sulit tidur

Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan pada minggu ke-25 adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin 25 minggu dilakukan dengan medium ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi janin, apakah perkembangannya berjalan dengan baik atau justru ada abnormalitas yang terjadi.

2. Pemeriksaan Fibronectin

Apabila ada indikasi abnormalitas pada kehamilan, dokter akan melakukan pemeriksaan lainnya guna memastikan kemungkinan tersebut.

Contoh pemeriksaan kehamilan yang dilakukan di minggu ke-25 adalah pemeriksaan Fetal Fibronectin (fFN). Fibronectin adalah protein yang diproduksi oleh selaput janin. Menganalisis protein tersebut membantu dokter untuk menemukan abnormalitas pada janin. 

3. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat sehingga kehamilan dapat berjalan baik. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine

Tips Kehamilan

Saat sedang hamil 25 minggu, ingat selalu untuk tetap menerapkan sejumlah tips kehamilan berikut ini:

1. Makan Makanan Bergizi

Janin Anda sudah tumbuh dan berkembang dengan sehat sejauh ini. Nah, agar perkembangannya tetap berjalan baik hingga hari kelahiran tiba, Anda tetap harus mencukupi kebutuhan nutrisi baginya. Caranya tentu saja dengan mengonsumsi makanan bergizi, utamanya buah dan sayur-sayuran.

Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen penunjang seperti susu khusus ibu hamil dan sebagainya. Konsultasikan dengan dokter apa saja gizi yang harus dipenuhi saat hamil 25 minggu.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Air putih juga jangan sampai dikurangi asupannya di minggu ke-25 dari kehamilan Anda, ya. Mengonsumsi air putih 8-12 gelas per hari penting untuk menjaga agar tubuh Anda tetap terhidrasi sehingga berdampak pada lancarnya aliran darah di dalam tubuh.

3. Olahraga

Berolahraga di usia kehamilan 25 minggu masih tetap dianjurkan. Tujuannya untuk membuat tubuh Anda senantiasa bugar sekaligus meredakan stres yang menghampiri.

Beberapa jenis olahraga yang disarankan masih sama seperti minggu sebelumnya, yaitu:

  • Yoga
  • Senam hamil
  • Stretching
  • Jogging
  • Bermain sepeda statis

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai tata cara melakukan olahraga yang aman dan nyaman saat hamil.

4. Gunakan Pelembab Kulit

Kulitâ€"terutama di area perutâ€"rentan mengalami gejala berupa gatal dan iritasi. Hal ini berkaitan dengan merenggangnya kulit seiring perut yang bertambah besar. Guna meredakan gejala gatal, Anda bisa menggunakan krim pelembab kulit setiap hari, utamanya di pagi hari.

5. Istirahat yang Cukup

Tetap sama seperti tips kehamilan di minggu-minggu sebelumnya, di usia hamil 25 minggu ini Anda harus waktu istirahat yang cukup, terutama di malam hari. Waktu istirahat yang kurang akan membuat tubuh Anda semakin lelah. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan efek negatif bagi diri sendiri maupun janin yang tengah dikandung.

 

  1. Anonim. 25 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/25-weeks-pregnant (Diakses pada 19 Juni 2020)
  2. Anonim. 25 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-25.aspx (Diakses pada 19 Juni 2020)
  3. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 19 Juni 2020)
  4. Pevzner, H. 2020. Week 25 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/25-weeks-pregnant-4159047 (Diakses pada 19 Juni 2020)
  5. Silver, N. 2017. 25 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/25-weeks-pregnant#things-to-do (Diakses pada 19 Juni 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Hamil 25 Minggu, Refleks Janin Mulai Berfungsi oleh - ambulancebekasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami ambulancebekasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.